Muflih's Blog

Minimaximalist: Minimal yang Maksimal

Ditulis dalam Gayahidup, Kereta Api, mobile, Sepeda oleh muflihagusahmadi pada 13/01/2012

Tahun 2012 ini saya dipertemukan dengan gaya hidup minimalis, dan sekarang terus memperdalam ilmu minimal. Banyak sekali ternyata, hal-hal yang bisa digali dari hidup keminimalan. Mungkin ada yang akan sinis bahwa ini bukti kekalahan hidup. “Gak kuat beli sesuatu, jadi menyombongkan ketidakkuatan itu”. Monggo silakan. Pendapat boleh beda, pendapatan apalagi.

Saya mau share apa saja yang sudah saya cicil praktikumnya sesuai kurikulum yang saya dapat dari banyak blog. Salah satunya ini.  Oke mari kita mulai.

Keluar dari iEverything. Mulanya beli Macbook putih, lalu iPod Touch. Lalu iPhone 3G. Lalu iTunes. Belanja Apps, selalu ngupdate iOS. Dunia saya dikelilingi dengan produk berawalan i kecil. Tapi iEcosystem ini berlari sangat cepat. Macbook white “dihabisi” oleh Apple. “Fosil kok ditenteng-tenteng” komentar teman saya yang kantor bisnisnya fully produk Apple. iPod Touch 2G ketiban 3G. iPhone 3G ditiban adik-adiknya, 3GS, 4G, 4GS. OSnya pun mentok pula di Snow Leopard dan iOS 4.2.1. Sudah tamat. Godaannya adalah saya harus upgrade. Minimal satu kali sehari saya mampir di Apple.com. Ngayal. Apalagi versi Desktopnya saya belum punya. Juga iPadnya yang sekseh itu. Saya giat menabung, dengan motivasi saya harus punya. Kehadiran iPad 2, benar-benar membangunkan saya. Ini rat race. Lari saya kalah dengan perkembangan iEcosystem-nya Apple. Semacam balapan tikus yang dijelaskan Robert Kiyosaki di seri bukunya yang terkenal itu. Tidak akan ada habisnya.

Belum belanja apps-nya. 187 apps tercatat di iTunes saya. Walaupun pas beli bayarnya nggak pakai duit, tapi kan pakai kartu kredit, yang harus saya lunasi dengan duit di awal bulan.

photo by Seget

Wedhus tenan, Steve Jobs adalah pembuat ekosistem yang keren. Penjual yang sukses. Tapi saya harus keluar. Dan saya benar-benar keluar. Apple ID sudah tidak saya gunakan. Kartu kredit yang nyantol ke situ pun sudah tidak diupdate lagi. Wis, ora maning-maning.

Pakai Aplikasi yang Penting. Tidak atau jarang digunakan? Hapus. Uninstall. Babat habis. Space bertambah, dan keinginan berkurang. Keinginan ngoprek dsb. Saya fokus di 20% saja. Dan yang 80% hapus. Jadi artinya yang 20% jadi 100%. Maksimal dalam keminimalan.

Beli Sepeda Lipat. Loh minimalis kok beli barang? Loh iya, ini barang yang membuat saya makin superminimalis dalam pengeluaran pergi-pulang rumah-kantor. Tanpa bersepeda, peluang pengeluaran transport minimalis saya adalah Rp.9.000,-. Rinciannya berangkat naik jemputan Kementerian Agama yang masih harga lama Rp.4.000,- , pulangnya naik jemputan Rp.5.000,- dengan jemputan kantor. Dengan sepeda, saya bisa nyambung KA Ekonomi yang sekali naik cuma keluar uang Rp.1.000,- perak. Saya punya peluang minimalis hingga Rp.2.000,- pergi-pulang. Dua ribu perak men… Godaan awal adalah: beli sepatu khusus bersepeda dong, beli tempat minum sepeda dong, beli tas khusus dong, lampu, bel dan sebagainya dong. Stop! No more dong.

Diet Barang Rumah. Rumah kok isinya piring puluhan, hadiah sabun cuci. Baju yang tergantung tidak pernah dipakai. Hanya karena keyakinan, “Nanti kan butuh” jadinya tetap disimpan. Kertas, plastik, kabel dan sebagainya. Oke, saya diet barang mulai sekarang. Ruangan jadi lebih lega. Dan perawatan jadi lebih mudah.

Menyederhanakan Ruangan Kerja. Cukup PC, printer dan sedikit ATK. Gelas minum juga. Sudah. Dokumen yang dirasa tidak dibuka setiap hari biar numpuk di kubikel tak berpenghuni.

Lebih rajin tersenyum. Saya tahu saya akan jadi terlihat old fashioned, ndeso, karena serba minimal. Tapi senyum tidak pernah usang, tak pernah kumal. Orang mungkin segera lupa dengan warna baju, tapi selalu ingat dengan wajah yang selalu diwarnai senyum. Ini selalu saya ingat.

Oke, itu dulu yang bisa saya bagi. Jika ada praktek tambahan, akan saya update.

Silakan komen, jika masih ada yang kurang.

Ditandai sebagai:, , , , ,

2 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. masliliks berkata, pada 14/01/2012 pada 7:47 am

    koreksi: … OS nya pun saat ini mentok di 10.7.2 (lho iki lak memang sing paling anyar) <- sesuai dengan minimaximalism dong wkwkwk

    • muflihagusahmadi berkata, pada 14/01/2012 pada 12:11 pm

      iya sih om, tapi kalo denger testimoni saat dipasang 10.7.2 kipasnya menderu hingga sanggup menyalakan lampu se-Jawa Madura ya bisa mempercepat usia harapan hidup si Macbook. Ini pake Leopard masih dalam kewajaran. Hehehe.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.