Muflih's Blog

Bersepeda sebagai Etos Minimalis Pembebas

Ditulis dalam Gayahidup, Kereta Api, Sepeda oleh muflihagusahmadi pada 14/01/2012

Apa pengertian etos kerja? Kamus Wikipedia menyebutkan bahwa etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang. Pada Webster’s New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika. (dari sini)

Abot tenan judulnya, tapi akan saya coba mengurainya. Bersepeda, bagi seorang pejalan kaki jelas masih merupakan keterbelengguan terhadap sepeda. Anda harus servis, membersihkan sepeda, dan merawatnya. Anda tergantung pada benda bernama sepeda. Ini kesinisan dari sudut pandang pejalan kaki yang kemana-mana berjalan kaki. Saya ingin seperti ini. Menjadi pejalan kaki, yang kendaraannya hanya kaki. I can go anywhere by sikil. My own sikil. Tapi bisa nggak? Saya yakin bisa. Tapi saya tidak yakin bisa mengimbangi kecepatan di jaman yang serba cepat ini. Saya suka kepelanan, tapi berjalan kaki bagi saya sudah masuk jalur keterlambatan. Kepelanan masih bisa diterima, keterlambatan tidak.

Jika dipaksa, berjalan kaki menghasilkan kebergantungan yang lebih terhadap kendaraan yang mengeluarkan asap. Naik bis, nebeng mobil, ngojek, atau taksi. Bajaj berroda tiga apalagi. Jadi sepeda adalah sebuah ketergantungan minimalis yang membebaskan terhadap ketergantungan lain terhadap mesin. Kereta Api termasuk mesin kan? Ya, dan itu mesin paling minimaximalist, bagi saya.

Jadi bersepeda selain menyenangkan bagi saya, ia adalah benda yang selalu mengingatkan saya untuk tetap minimalis. Dan membebaskan. Semacam penghantar keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang, yaitu saya.

Pertanyaannya, apakah motor, bis, mobil, taksi, bajaj roda tiga, haram?
Ya, haram kalau dimakan, kalau dinaiki ya tidak. Ini lebih seperti diet kendaraan. Sepanjang saya masih bisa bersepeda, saya akan bersepeda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.