Liburan Minimales Berkualitas
Libur 3 hari kemarin (21-23 Januari 2012) yang kebetulan sesuai dengan jadwal mudik menengok istri dan anak-anak, adalah liburan minimalis saya yang pertama. Inilah itu:
1. Tidak Ada Tivi-Tivian
Mungkin sudah sangat biasa, kami berkumpul bersama, namun dengan tatapan terpusat pada satu kiblat: layar TV. Jadi, makan sambil menatap TV, imamnya yang menguasai remote. Tapi kali ini tidak. Saat makan, bermain, ngeteh, ngopi, kami hanya menikmati itu saja tanpa TV. Bisa? Bisa dong. Saat makan kami benar-benar makan, diselingi canda tentang cara makan masing-masing yang lucu, Aziz yang makannya lauknya dulu, baru sayurnya dan terakhir nasinya. Azzahra yang doyan pedas dan seterusnya.
2. Tidak Ada Hape-hapean
Tidak ada hape, tidak pula gadget saat bermain. Tidak perlu update status: Lagi main sama anak. Tuiter, Facebook, NO. Bahkan saya sudah komit untuk menunda pembicaraan jikalaupun ada kolega yang menelepon: Maaf saya sedang bermain dengan keluarga, nanti saya yang akan segera menghubungi Anda. Persis seperti contoh blog ini. (mana ya ditelusur, kok belum ketemu)
3. Tidak Ada Mol-Molan
Hari pertama dan kedua, kami pergi belanja ke pasar, membeli jajanan dan balon gas. Di hari ketiga, saya dan Aini makan bersama di warung bakso, dan ke pusat oleh-oleh khas Brebes. Mencoba makanan khas dari berbagai daerah. Tidak ada makanan ritual seperti wafer, susu kotak dan coklat. Ora mol, ora patheken.
4. Peduli dengan Yang Sudah Ada
Sepeda, sudah perlu disesuaikan ketinggian seatpost dan setangnya biar nyaman buat Aini. Ban depan yang dalam bocor sobek perlu diganti ke tambal ban sepeda. Baju anak-anak sudah bertambah, jadi ada yang perlu dilepas kepergiannya biar lemari tidak gembung. Bunga-bunga perlu dirapikan, kamar mandi yang perlu diperbaiki krannya, rak sepatu yang sudah kebanyakan penghuninya. Alih-alih menambahnya, kami akhirnya merapikan yang sudah ada. Dan itu melegakan.
Baru empat itu, tapi saya sangat merasakan, ini liburan saya yang terbaik, dan berkualitas.
tinggalkan komentar